Pendahuluan
Mencegah Monopoli Bandwidth oleh Satu Klien di RT/RW Net
Dalam bisnis RT/RW Net, masalah klasik yang sering dikeluhkan pelanggan adalah ping loncat (lag) saat ada satu klien yang sedang melakukan download file besar atau update game. Akibatnya, pelanggan lain yang sedang browsing atau main game online merasa terganggu.
Melalui VPN Murah Jogja, kami sering mendapati router Mikrotik RT/RW Net tanpa manajemen bandwidth yang benar. Artikel ini membedah cara menerapkan PCQ (Per Connection Queue) agar bandwidth terbagi secara adil otomatis.
01 — Mengapa PCQ (Per Connection Queue) Lebih Baik?
Jika Anda memiliki 50 klien hotspot dan harus membuat satu per satu aturan Simple Queue dengan limit berbeda, hal tersebut sangat melelahkan dan membuat CPU Mikrotik berat karena evaluasi rule satu persatu.
PCQ memecahkan masalah ini dengan cara dinamis:
- Fair sharing: Bandwidth total dibagi merata secara otomatis ke setiap koneksi aktif.
- Dynamic sub-queues: Antrean dibuat saat klien aktif dan dihapus otomatis saat idle.
- Efisiensi CPU: Jauh lebih ringan dibanding ratusan Simple Queues terpisah.
02 — Langkah Konfigurasi PCQ di Mikrotik
Berikut contoh skrip konfigurasi PCQ untuk mengamankan bandwidth upload dan download RT/RW Net:
/queue type
add name="pcq-download" kind=pcq pcq-rate=2M pcq-limit=50 pcq-classifier=dst-address
add name="pcq-upload" kind=pcq pcq-rate=1M pcq-limit=50 pcq-classifier=src-address
/queue simple
add name="Klien-RT-RW-Net" target=192.168.10.0/24 queue=pcq-upload/pcq-download max-limit=50M/50M
Dengan konfigurasi di atas, total bandwidth ISP sebesar 50 Mbps dibagikan ke seluruh klien di subnet 192.168.10.0/24, dengan jatah maksimal per klien 2 Mbps download dan 1 Mbps upload saat sedang aktif.
03 — Kesimpulan & Bantuan Setting
Manajemen bandwidth yang tepat menjaga kepuasan pelanggan RT/RW Net Anda tetap tinggi. Butuh bantuan konfigurasi load balance, pisah trafik, atau setting Mikrotik profesional? Tim kami di VPN Murah Jogja siap membantu mulai Rp50K.
Kembali ke website