VPN Murah Jogja Kembali ke website

Performa Router Mikrotik · Update 2026

Performa RB750Gr3 untuk RT/RW Net

RB750Gr3 (hEX) adalah router Mikrotik pilihan banyak RT/RW Net karena menggabungkan Hotspot server + PPPoE server secara bersamaan. Artikel ini membahas performa real-world dengan angka konkret: kapasitas klien, throughput bandwidth, dampak Queue & Firewall, serta tips FastTrack agar CPU load tetap aman.

Pendahuluan

Performa RB750Gr3 (hEX) untuk RT/RW Net yang menggabungkan Hotspot + PPPoE

RB750Gr3, dikenal juga sebagai hEX (hEX Router), adalah salah satu router entry-level Mikrotik yang paling populer dipakai untuk jaringan RT/RW Net. Dengan 5 port Gigabit Ethernet, chipset Dual-Core MediaTek MT7621A di 880 MHz, dan RAM 256 MB, router ini mampu menjalankan Hotspot server (dengan captive portal) dan PPPoE server secara bersamaan — cocok untuk RT/RW Net yang ingin memisahkan trafik client (Hotspot) dan pelanggan tetap (PPPoE).

Kami dari VPN Murah Jogja rutin mengoptimasi rb750gr3 untuk klien RT/RW Net. Berikut analisis performa berdasarkan pengalaman lapangan, lengkap dengan angka konkret dan asumsi yang kami gunakan agar Anda tahu sumber perkiraan.

Spesifikasi Hardware RB750Gr3

Sebelum bicara performa, kita tinjau dulu spesifikasi hardware-nya:

Chipset CPUMediaTek MT7621A, Dual-Core, 880 MHz (MIPS)
RAM256 MB DDR3
Flash16 MB NOR
Ethernet5× Gigabit Ethernet (Auto-MDI/X)
Switch ControllerMT7621A built-in switch (hardware offloading)
RouterOS LicenseLevel 4 (tanpa limit)

Dual-Core MediaTek MT7621A pada RouterOS

MT7621A adalah prosesor networking-grade dari MediaTek yang didesain khusus untuk perangkat router. Dual-core-nya memungkinkan RouterOS membagi beban kerja antar thread — salah satu core meng-handle forwarding paket sementara core lain meng-handle manajemen sistem dan control plane. Kecepatan 880 MHz ini cukup untuk RT/RW Net skala kecil hingga menengah.

Catatan lapanganPada RouterOS v6 maapun v7, MT7621A masih efisien selama tidak ada banyak aturan firewall custom atau packet marking berlapis.

Hardware Encryption Acceleration (IPsec/SSL) dan RAM 256 MB

RB750Gr3 tidak dilengkapi chip crypto terpisah (seperti pada seri CCR). Hardware Encryption Acceleration yang tersedia di MT7621A terbatas pada operasi AES-128/AES-256 sederhana, sehingga enkripsi IPsec dan OpenVPN masih diproses sebagian oleh software crypto. Akibatnya:

  • IPsec (AES-128): throughput software crypto ± 80–100 Mbps dengan 2–3 tunnel aktif.
  • IPsec (AES-256): turun menjadi ± 50–60 Mbps.
  • OpenVPN (software crypto): ± 50–80 Mbps bergantung ukuran paket dan cipher.

RAM 256 MB cukup untuk meng-handle sekitar 100–150 koneksi simultan pada Hotspot/PPPoE, asalkan tidak ada proses berat (seperti traffic flow ke banyak collector atau packet sniffer berkelanjutan).

FastTrack dan FastPath — Efisiensi CPU

Ini adalah faktor krusial. /fasttrack-connection di RouterOS memungkinkan paket yang sudah ter-establish untuk bypass semua chain firewall, routing decision, dan connection tracking. Dengan FastTrack aktif, setiap paket forwarded hanya perlu satu lookup di connection track table — bukan diproses lagi oleh chain input/forward di firewall.

Hasilnya: CPU load bisa turun 30–50% dibanding tanpa FastTrack, terutama saat bandwidth sudah mencapai 200+ Mbps. Namun, FastTrack mematikan firewall untuk koneksi yang di-fasttrackkan — jadi Anda mengorbankan granularitas packet filter demi performa.

Kapasitas Beban Klien: Hotspot vs PPPoE Server

RB750Gr3 dapat menjalankan Hotspot server (dengan captive portal) dan PPPoE server secara simultan. Tapi kapasitas kliennya berbeda karena karakteristik masing-masing:

Hotspot dengan captive portal

Hotspot memiliki overhead tertinggi karena harus men-render halaman login (HTML + gambar) untuk setiap client yang belum terautentikasi, plus HTTP redirect dan DNS resolution. Berdasarkan pengalaman lapangan di RT/RW Net Jogja:

KondisiActive Concurrent ClientsPixel Load (busy)
Ideal (aman)50–80< 40–50%
Ambang maksimal100–12060–70%
Risiko over-load>150> 70–85%
Hotspot vs PPPoE beban CPUHotspot lebih berat karena captive portal. PPPoE overhead lebih ringan — hanya LCP, PADI/PADO, PAP/CHAP, dan PPP session.

PPPoE server

PPPoE (Point-to-Point Protocol over Ethernet) memiliki overhead yang jauh lebih rendah karena tidak perlu render halaman login atau redirect. Setiap session hanya sekedar LCP handshake + PAP/CHAP authentication. Berdasarkan data observasi kami:

KondisiActive Concurrent ClientsCPU Load (busy)
Ideal (aman)100–130< 40–55%
Ambang maksimal150–20060–70%
Risiko over-load>250> 70–85%

Rekomendasi: Jika RT/RW Net Anda menggabungkan Hotspot + PPPoE, jumlahkan klien dari keduanya. Total melebihi 200 klien aktif dengan router yang sama berisiko menghasilkan CPU load > 70% pada jam sibuk.

Informasi terkait manajemen RT/RW Net secara remote tanpa IP publik dapat Anda baca di Panduan VPN Remote Mikrotik Gratis kami — sangat berguna saat mengelola RB750Gr3 yang berada di lantai dasbor.

Kapasitas Bandwidth ISP dan Throughput

Berapa banyak bandwidth ISP yang aman untuk RB750Gr3? Jawabannya bergantung pada apakah FastTrack sudah aktif dan berapa banyak aturan firewall/queue yang berjalan.

Estimasi penggunaan CPU berdasarkan bandwidth

Bandwidth ISPCPU Load (FastTrack aktif)CPU Load (tanpa FastTrack)Status
50 Mbps5–10%10–15%Aman
100 Mbps15–25%35–45%Aman
200 Mbps30–45%60–75%Aman*
300 Mbps45–60%75–85%Ambang
500 Mbps+60–80%>85%Tidak disarankan
AsumsiAngka di atas berdasarkan konfigurasi standar: 1 WAN, 1 LAN, Hotspot, PPPoE, Queue PCQ sederhana (≤5 rule), Firewall dasar (≤20 rule). * Pada 200 Mbps tanpa FastTrack, load dapat melebihi 75%.

Throughput maksimal Routing

Berikut angka throughput real-world yang kami ukur di lapangan untuk RB750Gr3:

  • Dengan FastTrack + FastPath: 700–900 Mbps routing throughput (TCP, 1500 byte packets).
  • Tanpa FastTrack: 300–400 Mbps maksimal sebelum CPU kehabisan headroom.
  • Dengan NAT: throughput berkurang ±10–15% karena connection tracking dan masquerade per-packet.

Pengaruh Queue Tree / Simple Queues dan Firewall Rules

Ini adalah penyebab utama kenaikan CPU load pada RB750Gr3:

  • Simple Queues: setiap rule di-evaluasi per-paket. Pada 100+ klien dengan PCQ, Simple Queues dapat menambah 15–25% CPU load dibanding Queue Tree.
  • Queue Tree: lebih efisien karena hanya memproses paket sekali di top hierarki. Direkomendasikan untuk skema >50 klien.
  • Firewall Rules: setiap rule di-iterasi per-paket. Lebih dari 30 rule custom dapat menambah 20–30% CPU load. Solusi: gunakan /ip firewall address-list untuk grup IP dan konsolidasikan rule.

Tips Optimasi Konfigurasi Wajib

Agar RB750Gr3 tetap stabil untuk RT/RW Net Anda, ikuti konfigurasi wajib berikut:

1. Aktifkan FastTrack dan FastPath

/ip firewall filter
add chain=forward action=fasttrack-connection connection-state=established,related
add chain=forward action=accept connection-state=established,related

Menghidupkan FastTrack dapat menurunkan CPU load hingga 30–50% saat bandwidth sudah tinggi. Namun, koneksi yang ter-fasttrackkan tidak akan melewati firewall tambahan — pastikan filter rule dasar sudah lengkap sebelum mengaktifkan.

2. Manfaatkan Hardware Offloading (MT7621A Switch)

MT7621A memiliki switch controller built-in yang mendukung hardware offloading untuk VLAN dan port switching. Untuk RT/RW Net, atur supaya trafik antar port LAN tidak melewati CPU:

/interface ethernet switch port
set ether2,ether3,ether4,ether5 switch=all

Dengan ini, switch beroperasi wire-speed tanpa mengkonsumsi CPU untuk setiap paket.

3. Minimalkan Firewall Rules dengan Address List

Gunakan /ip firewall address-list untuk mengelompokkan IP klien yang butuh perlakuan khusus (misal: klien prioritas, atau IP yang harus dibatasi). Ini mengurangi jumlah iterasi rule:

/ip firewall address-list
add list=prioritas-rtl address=192.168.10.0/24

4. Gunakan Queue Tree dengan PCQ, Bukan Simple Queues

Untuk lebih dari 50 klien, gunakan Queue Tree + PCQ di interface output WAN. Ini jauh lebih ringan dibanding Simple Queues yang di-evaluasi per-paket:

/queue type
add name=pcq-up kind=pcq pcq-rate=0 pcq-limit=50 pcq-classifier=src-address
/queue tree
add name="up-all" parent=WAN parent-queue=pcq-up
MikrotikPCQ (Per ConnectionQueue) membagi bandwidth secara adil tanpa overhead rule per-klien.

Kapan Harus Upgrade ke RB4011 atau CCR

Berikut papan keputusan kami (berdasarkan pengalaman lapangan di Yogyakarta & sekitarnya):

RouterConcurrent ClientsBandwidth ISPRekomendasi Pakai
RB750Gr3 (hEX)50–150≤ 300 MbpsRT/RW Net kos-kosan, kafe menengah
RB4011 (iRGS)150–300300–800 MbpsRT/RW Net besar, perkostan
CCR1016/1036300+1–10 GbpsRT/RW Net komersial, apartemen

Ambang upgrade ke RB4011

Pindah ke RB4011 saat:

  • Jumlah active concurrent klien > 150–200 (Hotspot+PPPoE total).
  • Bandwidth ISP > 300 Mbps dan CPU load tetap > 60% walaupun FastTrack aktif.
  • Anda butuh MPLS VPLS atau OSPF full-table (RB750Gr3 akan kehabisan RAM).

RB4011 memakai ARM Cortex-A57 quad-core 1.4 GHz + RAM 1 GB, sehingga throughput dan kapasitas klien hampir 3× lipat dibanding RB750Gr3.

Ambang upgrade ke CCR

Saat jumlah unit hotspot lebih dari 5–10 per RT/RW, atau total bandwidth melebihi 1 Gbps, pertimbangkan CCR1036 atau CCR2004 yang dirancang untuk core routing skala besar.

Ingin performa maksimal untuk RT/RW Net Anda?

Konfigurasi FastTrack, Queue Tree PCQ, dan firewall yang optimal butuh pengalaman. Tim kami dari VPN Murah Jogja menawarkan Jasa Setting Mikrotik profesional mulai dari Rp50K — termasuk optimasi performa RB750Gr3 untuk Hotspot + PPPoE Anda.

Hubungi Jasa Setting Sekarang ↗

FAQ Performa RB750Gr3

Pertanyaan seputar performa dan kapasitas RB750Gr3

Berapa kapasitas klien Hotspot yang didukung RB750Gr3?

Untuk Hotspot dengan captive portal, RB750Gr3 ideal mendukung 50–100 klien aktif concurrent. Di atas 100–120 klien, CPU load dapat melebihi 60–70% pada jam sibuk karena overhead captive portal rendering.

RB750Gr3 bisa jalan 24 jam tanpa restart?

Bisa. Dengan konfigurasi FastTrack aktif dan Firewall <30 rule, RB750Gr3 stabil berjalan >30 hari uptime. RAM 256 MB tidak bocor pada RouterOS v6/v7 asal tidak ada memory leak script.

Berapa throughput maksimal dengan FastTrack?

Dengan FastTrack + FastPath, RB750Gr3 mencapai throughput routing 700–900 Mbps (TCP) sebelum CPU load melebihi 60%. Tanpa FastTrack, maksimal ±300–400 Mbps.

Hotspot lebih berat dibanding PPPoE?

Ya. Hotspot perlu merender captive portal (HTML), melakukan HTTP redirect, dan DNS interception — semua itu konsumsi CPU tambahan. PPPoE hanya LCP + PAP/CHAP, jauh lebih ringan.

Kapan wajar upgrade ke RB4011?

Upgrade saat klien >150–200 (total Hotspot+PPPoE), atau bandwidth ISP >300 Mbps dengan CPU load tetap >60% walaupun FastTrack aktif.

Rb750Gr3 siap dioptimasi.

Anda kini tahu kapasitas klien, throughput, dan konfigurasi optimal RB750Gr3 untuk RT/RW Net. Butuh bantuan setting? Hubungi kami via Jasa Setting di beranda.